TOPENG
KERTAS
v Topeng dapat dibuat dengan cara:
1. Memakai cetakan
2. Tidak memakai cetakan.
Ø Prosedur Pengerjaan :
1. Membuat topeng yang memakai cetakan
a. tentu saja tahap pertama ialah membuat model cetakan
(dari bahan lunak, misalnya tanah liat, atau plastisin) atau pada bola plastik.
b. Setelah itu barulah menempeli cetakan itu dengan
lembaran kecil-kecil kertas koran bekas yang dibasahi terlebih dahulu.
c. Selanjutnya dibalur lem putih/kanji untuk kemudian
ditempeli lagi potongan kecil kertas koran secara berulang- ulang hingga tebal.
d. Lapisan tempelan itu bisa 4 atau 5 lapisan. Setiap
lapisan dibubuhi lem putih.
e. Setelah sehari kering, barulah kita lepaskan topeng
itu dari cetakan. Perlu diperhatikan, agar topeng mudah dibuka dari cetakan,
maka cetakan terlebih dahulu harus dibalur oleh minyak (stempet, mentega, atau
oli).
f. Jika topeng ingin lebih menarik, tentu saja memerlukan
pengecatan. Di sinilah anak-anak juga melakukan kegiatan menggambar dekoratif
pada permukaan topeng. Jadi dua pokok bahasan dapat diterapkan pada satu topik
kegiatan yaitu membuat topeng.
2. Membuat topeng tidak memakai cetakan:
a. Pertama, siapkan bahan karton tebal (jenis dupleks
atau karton dus bekas) seukuran kuarto/A4 atu selebar wajah.
b. Setelah itu ukurkanlah kertas itu dengan lebar wajah
anak (yang membuatnya). Jiplak dan guntinglah bentuk dasar wajah itu.
c. Kini karton tersebut tinggal digambari dengan spidol
atau cat untuk bentuk mata, hidung dan mulut. Letak bagian-bagian wajah ini
harus tepat sesuai wajah yang membuatnya. Untuk membuat hidung, perlu ditambah
dengan menempelkan bagian karton lain yang dibentuk limas segi-3 (seperti
bentuk hidung). Jangan lupa mata dan hidung dilubangi dengan pisau/gunting.
d. Sebagai langkah terakhir ialah pengecatan topeng.
Proses terakhir ini merupakan kegiatan menggambar dekoratif, sebab tujuannya
untuk menghiasi topeng wajah dengan spidol warna, cat air, cat poster, atau
krayon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar